Sesuai dengan perkembangan zaman, industri obat-obatan dan industri jamu berkembang dengan pesat pada masa sekarang ini yang dapat dilihat dari munculnya produk-produk jamu dan obat tradisional yang beragam dan dikemas secara modern.
Tren industri obat-obatan dan jamu saat ini adalah kembali ke alam (back to nature) dengan tujuan utama adalah penggunaan bahan-bahan alami dalam ramuan obat, seperti yang terdapat pada obat tradisional.
Kenyataan membuktikan bahwa pengobatan tradisional memiliki banyak kelebihan, misalnya tingkat bahaya atau efek samping pengobatan lebih rendah daripada obat kimia. Penerimaan tubuh manusia terhadap obat dari bahan tumbuh-tumbuhan pun ternyata lebih mudah sehingga meminimalkan alergi.
Oleh karena itulah, bahan baku obat-obatan atau jamu berupa simplisia (potongan temu-temuan dan empon-empon yang sudah dikeringkan) ataupun yang berupa ekstrak banyak sekali diminati oleh industri obat-obatan tradisional.
Pada masa yang akan datang akan terjadi kecenderungan yang menunjukkan bahwa masyarakat semakin peka pada gaya hidup sehat. Hal ini ditunjukkan pada sikap dan perilaku konsumen yang semakin selektif memilih produk yang alami, sehingga produk-produk alami memiliki potensi dan peluang pasar yang cukup besar.
Dalam perkembangannya, produk jamu yang dahulu dijual cair dan dikemas dalam botol yang lebih dikenal dengan sebutan jamu gendong, ternyata tidak lagi terlalu diminati karena dianggap tidak praktis. Oleh karena itu, dibuat inovasi produk jamu yang dikemas dalam bentuk serbuk supaya lebih praktis dan ekonomis.
Banyak daerah di Indonesia yang berpotensi untuk mengembangkan jamu serbuk karena daerah tersebut ditunjang dengan iklim tropis dan tersedianya lahan untuk menanam empon-empon sebagai bahan baku jamu.